konidepok.or.id – Wakil Ketua II KONI Kota Depok, Mustafa Masyhur, secara resmi menutup gelaran Liga Asosiasi Akademi Futsal Indonesia (AAFI) Regional Depok 2026 kategori U13 dan U16. Penutupan berlangsung dalam Closing Ceremony yang digelar di Lapangan Futsal Sekolah Al-Jannah, Cimanggis, Kota Depok, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan penutupan turut dihadiri para atlet, pelatih, orang tua, serta jajaran pengurus AAFI Regional Depok. Berakhirnya kompetisi tersebut menandai selesainya rangkaian pertandingan sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan futsal usia muda di Kota Depok.
Liga AAFI Regional Depok 2026 menjadi wadah bagi akademi-akademi futsal untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet usia dini. Selain mengejar prestasi, kompetisi ini juga menjadi ruang bagi para pemain muda untuk membangun mental bertanding, kedisiplinan, kerja sama tim, dan sportivitas.
Dalam sambutannya, Mustafa Masyhur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti kompetisi dengan penuh semangat. Mustafa menilai, keberanian untuk bertanding dan proses yang dilalui para atlet jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir pertandingan.
“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh tim yang telah berjuang dan memberikan kemampuan terbaik hingga akhir kompetisi. Menang dan kalah merupakan bagian dari proses dalam olahraga. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak belajar membangun karakter, disiplin, kerja sama, dan sportivitas sejak usia dini,” ujar Mustafa Masyhur.
Menurut Mustafa, kompetisi usia muda seperti Liga AAFI memiliki posisi penting dalam membangun fondasi olahraga prestasi di Kota Depok. Kompetisi yang berlangsung secara rutin akan memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur perkembangan mereka dalam situasi pertandingan yang sesungguhnya.
Mustafa menegaskan, KONI Kota Depok akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai kompetisi olahraga yang memiliki orientasi pada pembinaan dan regenerasi atlet.
“KONI Kota Depok memandang kompetisi seperti Liga AAFI ini sebagai bagian dari investasi jangka panjang pembinaan olahraga. Atlet tidak bisa lahir secara instan. Mereka membutuhkan proses, latihan yang konsisten, serta kompetisi yang terarah dan berkelanjutan,” jelasnya.
Mustafa berharap para pemain yang mengikuti Liga AAFI tidak berhenti setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, pertandingan harus menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi yang lebih tinggi.
“Kami berharap anak-anak tidak berhenti sampai di sini. Terus berlatih, terus belajar, dan terus mengikuti kompetisi. Dari kompetisi seperti inilah kita berharap lahir pemain-pemain muda yang nantinya mampu memperkuat Kota Depok di tingkat Jawa Barat maupun nasional,” katanya.
Lebih lanjut, Mustafa menilai keberhasilan pembinaan atlet muda tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara organisasi olahraga, akademi atau klub, sekolah, pelatih, orang tua, dan para pemangku kepentingan lainnya.
Mustafa pun memberikan apresiasi kepada para pelatih dan orang tua yang selama ini mendampingi para atlet dalam menjalani proses latihan maupun pertandingan.
“Prestasi anak-anak ini tidak lahir sendirian. Ada pelatih yang dengan sabar membimbing, ada orang tua yang selalu mendukung, dan ada pengurus serta akademi yang memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang. Semua memiliki peran penting dalam perjalanan seorang atlet,” ungkap Mustafa.
Menurutnya, dukungan orang tua juga menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk mental dan karakter anak. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk menjadikan olahraga bukan hanya sebagai sarana mengejar kemenangan, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda.
Setelah melalui rangkaian pertandingan, Liga AAFI Regional Depok 2026 menghasilkan Juara I hingga IV untuk kategori U13, masing-masing diraih oleh Justice FS, SF Winner, Dream FS, dan Bontot FA. Sementara pada kategori U16, posisi Juara I hingga IV masing-masing ditempati oleh Justice FS, SF Winner, Dream FS, dan Bontot FA.



