konidepok.or.id — Lapangan Cakra Buana School tampak berbeda dan lebih riuh dari biasanya. Sebanyak 1.000 peserta yang terdiri dari pelajar berbagai jenjang, guru, hingga karyawan tumpah ruah merayakan ajang Siti Nurul Olympic 3. Gelaran tahunan ini diselenggarakan khusus untuk merayakan hari ulang tahun Eyang Siti Nurul, sosok pemilik (owner) dari Cakra Buana School dan Sekolah Bintara.
Tidak sekadar ajang olahraga biasa, Siti Nurul Olympic 3 mengusung konsep unik yang kental akan kebudayaan. Seluruh peserta terbagi ke dalam 10 House atau tim yang mengusung nama-nama tokoh pewayangan legendaris, yaitu Yudistira, Wisnu, Nakula, Hanoman, Gatotkaca, Srikandi, Sadewa, Ganesha, Bima, dan Arjuna. Ke-10 tim ini bertanding sengit namun penuh keakraban demi memperebutkan satu Trophy Juara.
Suasana kompetisi berlangsung meriah dengan beragam aktivitas, mulai dari perlombaan seru, permainan tradisional estafet, hingga penampilan seni yang memukau. Salah satu pementasan yang mencuri perhatian adalah kolaborasi musik modern dan gamelan, menyimbolkan harmonisasi antara tradisi dan era modern yang diusung oleh sekolah.
Di balik keseruannya, kegiatan ini membawa nilai edukasi mendalam. Siti Nurul Olympic 3 dirancang untuk menanamkan jiwa sportivitas, mempererat kebersamaan, serta mengajarkan para peserta didik tentang arti penting menerima kemenangan maupun kekalahan secara bijak.

Kemeriahan acara ini turut dihadiri oleh Drs. Mustafa Masyhur, M.Pd. Wakil Ketua II KONI Kota Depok, Eko Herwiyanto Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Depok, Dr. Dudi Mi’raz Imaduddin, M.Si. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik / Kesbangpol Kota Depok, Wahid Suryono, S.Pi. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok
Dalam kesempatan tersebut, Mustafa Masyhur menyampaikan apresiasi tingginya atas konsistensi penyelenggaraan ajang ini setiap tahun. Menurutnya, konsistensi ini berhasil menjadikan Siti Nurul Olympic sebagai agenda perlombaan yang selalu dinantikan oleh seluruh siswa.
Pesan penting mengenai kesehatan fisik juga disampaikan oleh Eko Herwiyanto dalam sambutannya. “Untuk menjadi sesuatu di masa datang, harus menjadi bugar dari sekarang,” tegas Eko, memotivasi para peserta agar selalu menjaga kebugaran tubuh sebagai pondasi meraih cita-cita.

Senada dengan hal tersebut, Wahid Suryono menekankan pentingnya keseimbangan dalam dunia pendidikan yang tidak hanya berfokus pada teori di dalam ruangan. “Menyatukan elemen pendidikan tidak hanya ilmu pengetahuan, tetapi tetap harus ada penunjang di luar kelas. Semoga dengan kejuaraan ini bisa menumbuhkan jiwa sportivitas bagi peserta didik,” ujar Kadisdik Kota Depok tersebut.
Siti Nurul Olympic 3 pun sukses menjadi bukti nyata bahwa perayaan ulang tahun, pelestarian budaya, dan pembentukan karakter generasi muda bisa dikemas ciamik dalam satu panggung penuh semangat kebersamaan.



