Resmi di Tutup, Grassroots Football Rektor UI Cup Diharapkan Rutin Bergulir Tiap Tahun

konidepok.or.id- Grassroots Football Festival Rektor UI Cup 2026 resmi ditutup setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai digelar. Sebanyak 48 tim telah menampilkan permainan terbaiknya sepanjang kompetisi.

Dalam kompetisi Grassroots Football Festival Rektor UI Cup 2026, kategori U-10, juara pertama diraih Bedenk Junior, disusul Akademi Citra Remaja sebagai juara kedua. Sementara posisi juara tiga bersama ditempati Elite Sport Academy dan Bocil Spektra.

Sementara kategori U-12, Rajawali 25 keluar sebagai juara pertama. Posisi juara kedua diraih Amfibi SS, sedangkan juara tiga bersama ditempati Depok Poetra dan Firman Utina 15 Football Academy.

Wakil Rektor III Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan kegiatan Grassroots Football Festival Rektor UI Cup 2026 merupakan bagian penting dalam memberikan ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh melalui olahraga.

β€œYang paling penting dari kegiatan seperti ini bukan hanya soal siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan pengalaman bertanding, belajar sportivitas, disiplin, dan membangun karakter melalui sepak bola,” ujar Hamdi di lapangan UI Kota Depok, Sabtu (8/9/2026) sore.

Menurut Hamdi, kompetisi usia dini perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan agar anak-anak memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus menikmati proses pembinaan.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Depok, Herry Suprianto, mengapresiasi pelaksanaan Grassroots Football Festival Rektor UI Cup 2026. Menurutnya, kompetisi usia dini menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga di Kota Depok.

β€œPembinaan olahraga harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berjenjang. Festival seperti ini memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengukur kemampuan mereka,” kata Herry.

Herry menambahkan, KONI Kota Depok terus mendorong sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, organisasi olahraga, akademi, dan sekolah sepak bola dalam menciptakan ekosistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

β€œHarapannya, dari kompetisi seperti ini akan lahir talenta-talenta muda yang nantinya bisa berkembang menjadi atlet berprestasi, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional,” ucapnya.

Senada, Sekretaris PSSI Kota Depok, Syafrudin, menilai kompetisi grassroots memiliki peran strategis dalam memberikan fondasi bagi perkembangan sepak bola di Kota Depok.

β€œAnak-anak harus diberikan ruang untuk bermain, berkompetisi dan menikmati sepak bola. Dari proses itulah kemampuan dan mental bertanding mereka akan terbentuk,” ungkap Syafrudin.

Syafrudin berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara konsisten dengan mengedepankan pembinaan dan pengembangan potensi pemain muda.

β€œYang kita cari bukan hanya juara hari ini, tetapi bagaimana anak-anak ini terus berkembang dan memiliki jenjang pembinaan yang jelas ke depannya,” pungkasnya. (Am)

 

πŸ†
Menuju PORPROV XV
Jawa Barat 2026
0
HARI
00 : 00 : 00
Scroll to Top