konidepok.or.id– Pengurus Kota Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Depok mulai memperkuat kualitas penyelenggaraan kompetisi dengan menggelar Penataran Wasit Percasi Kota Depok 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cimanggis, Sabtu (11/7/2026), itu diikuti 18 peserta yang dipersiapkan menjadi wasit catur bersertifikat untuk mendukung berbagai turnamen di Kota Depok.
Sekretaris Umum Percasi Kota Depok, Eddy Rochandi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan jumlah wasit yang selama ini masih menjadi kendala dalam pelaksanaan berbagai kejuaraan.
Menurut Eddy, saat ini terdapat 21 klub catur aktif di Kota Depok. Namun, pertumbuhan klub belum diimbangi dengan ketersediaan tenaga pengadil yang memadai.
“Setiap turnamen kami hampir selalu menghadapi persoalan yang sama, yaitu keterbatasan jumlah wasit. Melalui penataran ini kami berharap setiap klub nantinya memiliki wasit yang mampu memimpin pertandingan secara mandiri dan profesional,” ujar Eddy.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Depok. Camat Cimanggis, Rahmat Maulana, mengatakan pihaknya siap memfasilitasi berbagai kegiatan pembinaan olahraga yang berdampak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Aula kecamatan terbuka untuk kegiatan positif seperti ini. Kami berharap pelatihan ini melahirkan wasit yang memiliki integritas, menjunjung sportivitas, dan mampu memimpin pertandingan secara adil,” kata Rahmat.
Penataran wasit secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua II KONI Kota Depok, Mustafa Masyhur. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran wasit sangat penting dalam menjaga kualitas dan kredibilitas sebuah pertandingan.
“Wasit bukan hanya memahami aturan pertandingan, tetapi juga harus memiliki integritas, ketegasan, dan kemampuan mengambil keputusan secara objektif. Kami berharap peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin agar lahir wasit-wasit profesional dari Kota Depok,” ujarnya.
Mustafa juga menekankan pentingnya regenerasi dalam organisasi olahraga. Menurutnya, proses kaderisasi harus terus berjalan agar muncul sumber daya manusia baru yang mampu melanjutkan pembinaan olahraga, termasuk di cabang catur.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai peraturan pertandingan, teknik memimpin kompetisi, hingga etika seorang wasit yang disampaikan oleh instruktur nasional Agus Subandrijo.
Melalui penataran ini, Percasi Kota Depok berharap kebutuhan wasit pada setiap turnamen dapat terpenuhi sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi catur. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem olahraga catur yang semakin profesional dan berdaya saing di Kota Depok. (TRI)



