konidepok.or.id– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Depok terus memperkuat fondasi pembinaan olahraga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui Cabang Olahraga Bola Tangan melakukan penataran Pelatihan Cabang Olahraga Bola Tangan yang berlangsung pada 27–28 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi penataran pelatih bola tangan pertama yang digelar di Kota Depok dan diikuti oleh 22 calon pelatih Grade D.
Sekretaris Umum KONI Kota Depok, Jamal Mutaqin, mengapresiasi langkah Pengurus Cabang Olahraga Bola Tangan yang dinilai telah mengambil inisiatif luar biasa dalam menyelenggarakan pelatihan tersebut.
“Ini merupakan penataran pelatih pertama untuk cabang olahraga bola tangan di Kota Depok. Bola tangan adalah cabang olahraga yang masih baru, namun telah berhasil lolos ke PORPROV XV Jawa Barat 2026. Ini menjadi kesempatan emas bagi seluruh stakeholder olahraga di Kota Depok,” ujar Jamal, Sabtu (27/6/2026) pagi.
Menurutnya, penyelenggaraan PORPROV XV Jawa Barat 2026 menjadi momentum bersejarah bagi Kota Depok yang akan menjadi salah satu tuan rumah bersama Kota Bekasi dan Kabupaten Bogor.
Sebagai salah satu tuan rumah utama, Kota Depok akan menggelar pertandingan untuk 10 cabang olahraga dan 13 subcabang olahraga.
Ajang olahraga terbesar di Jawa Barat yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali itu akan diikuti kontingen dari 27 kabupaten dan kota.
Jamal menilai, momentum tersebut akan memberikan dampak positif yang luas terhadap perkembangan olahraga di Kota Depok, termasuk meningkatkan popularitas cabang olahraga bola tangan di tengah masyarakat.
“Kami berharap olahraga bola tangan semakin dikenal masyarakat melalui publikasi yang masif, sehingga ke depan menjadi salah satu olahraga favorit di Kota Depok,” kata dia.
Sementara, Ketua Panitia Penataran, Budianto, menjelaskan para peserta yang mengikuti pelatihan belum langsung memperoleh sertifikat pelatih.
Setelah menyelesaikan penataran, mereka diwajibkan membina atlet atau memiliki anak didik selama lima bulan sebagai bagian dari proses praktik kepelatihan.
“Setelah menjalani masa pembinaan selama lima bulan dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan, para peserta akan memperoleh sertifikat resmi sebagai pelatih bola tangan,” jelas Budianto.
Dengan sertifikat tersebut, para pelatih nantinya memiliki legalitas untuk melatih secara resmi sekaligus mendukung pembinaan atlet di berbagai klub maupun sekolah. (HEN)



