
konidepok.or.id- Mengevaluasi kemampuan dan penguasaan teknik atlet peserta latihan taekwondo, Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Depok mengadakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) periode ke 1 tahun 2026 di salah satu pusat belanja Jalan Margonda Raya, Pondok Cina, Beji, Kota Depok pada Selasa (17/2/2026).
Sebanyak 500 atlet taekwondo dari 20 klub di Kota Depok mengikuti ujian kenaikan tingkat dengan parameter yang diujikan antara lain poomsae (jurus), tehnik pukulan, tangkisan, tendangan dan kuda- kuda, kyopak dan sparing.
Enam tim Penguji UKT diantaranya satu utusan penguji pengurus Provinsi Jawa Barat dan lima penguji dari Pengurus Cabang.
Ketua KONI Kota Depok, Herry Suprianto, mengatakan dari total 59 cabang olahraga di daerah tersebut, taekwondo termasuk cabang unggulan dengan organisasi yang solid serta prestasi atlet yang membanggakan.
“Perkembangan taekwondo di Depok berlangsung baik. Taekwondo cabang olahraga unggulan. Organisasi bagus sisi prestasi luar biasa,” kata Herry Suprianto.
Herry mengatakan kegiatan ujian kenaikan tingkat bukan sekadar formalitas mendapatkan sabuk baru. Tapi tahap penting untuk mengukur kesungguhan latihan para atlet.
“Ujian kenaikan tingkat bukan semata bukan mendapatkan tingkat sabuk . Tapi proses akhir di ujian ini,” ucap Herry.
Sementara, Sekretaris Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Depok, Rizki Ilhamsah mengatakan, UKT tersebut sengaja digelar untuk menguji dan mengevaluasi latian kemampuan para siswa.
“Agar materi atau ilmu yang telah ditempuh selama masa berlatih dapat diukur dari para taekwondoin. Pada kegiatan UKT ini, hal – hal yang diuji itu berupa pukulan, tangkisan, tendangan, poomsae yaitu rangkaian gerakan dalam taekwondo, kyopak dan sparing,” ujar Rizki.
Rizki juga mengatakan, dengan diselenggarakannya UKT, pembinaan usia dini hingga senior akan terus berjalan.
Rizki berharap semoga dengan ujian tersebut, lebih dapat meningkatkan pengalaman dan kemampuannya agar bisa bersaing dan meraih prestasi di kejuaraan-kejuaraan taekwondo.
“Semoga dengan UKT ini para siswa lebih semangat dalam berlatih, bisa menjadi pribadi yang baik, rajin, disiplin dan tangguh, sebagai bekal mereka dalam meraih prestasi dan cita-cita,” kata dia.
Rizki, menambahkan bahwa UKT digelar dua kali setiap tahun, biasanya pada Februari dan Maret.
Dalam satu periode, jumlah peserta bisa mencapai sekitar 500 orang, sehingga total peserta tahunan mendekati 1.000 atlet dari berbagai klub.
“Peserta yang ikut UKT Taekwondo ini dari 20 klub di Depok,” ucapnya. (HEN)





