some text
ASIAN GAMES 18th

Jelang Asian Games 2018, Kano Butuh Perahu Baru

Jelang Asian Games 2018, Kano Butuh Perahu Baru
Foto: Dok. Kemenpora

Foto: Dok. Kemenpora

KONI KOTA DEPOK – Atlet pelatnas Asian Games cabang kano membutuhkan peralatan baru. Mereka membutuhkan perahu untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Menyongsong Asian Games 2018, kano mempersiapkan 17 atletnya. Ke-17 atlet itu terdiri dari 5 atlet kayak putra, 2 atlet kayak putri, 4 atlet kano putra, 3 atlet kano putri, 1 atlet slalom putra, dan 2 atlet slalom putri.

Dari jumlah itu pula, kano diharapkan bisa menyumbang sedikitnya satu medali emas. Peluang itu ada di C2 500 meter putri, C2 200 meter putri, dan C1 200 meter putri. 

“Untuk nomor C2 500 meter putri dan C1 200 meter putri merupakan nomor Olimpiade dan baru dipertandingkan di Asian Games. Tapi peluangnya cukup ada untuk potensi medali karena saat di Kejuaraan Asia Shanghai Oktober lalu kami bisa meraih 1 medali emas untuk nomor C2 500 meter putri dan perunggu nomor C1 200 meter meter putri,” kata pelatih kano Mohammad Suryadi di sela-sela latihan di Waduk Jatiluhur, Jawa Barat, Senin (15/1/2018).

Agar hasil yang diberikan lebih maksimal pada Asian Games 2018, Yadi, panggilan karib Mohammad Suryadi, mengatakan, timnya membutuhkan peralatan baru untuk menunjang latihan.

“Teknologi industri olahraga itu setiap tahunnya ada perubahan. Bahkan pada Asian Games 2014 saja model dan kecepatan perahunya jauh berbeda. Apalagi untuk Asian Games nanti,” kata Yadi.

Dijelaskan mantan atlet nasional kayak era 90-an itu, peralatan yang mereka gunakan masih perahu model 2014/2015. Padahal sudah seharusnya atlet dayung Indonesia menggunakan perahu minimal tahun 2016/2017.

“Masih bisa dipakai, tapi itu kan sudah tua. Kami sudah mengajukan tapi belum disetujui. Harapan kami bisa secepatnya peralatan diberikan supaya atlet juga bisa menggunakannya,” ujar Yadi.

Selain peralatan, untuk memaksimal tim rencananya kano juga akan menggandeng pelatih asing baru dari Republik Ceko. Pelatih asing sebelumnya, Jaroslav Radon, sudah tidak menjadi pelatih asing kano untuk mencari tantangan ke Portugal.

“Dia memutuskan pergi karena ingin mencari tantangan baru. Dia ingin menuju Olimpiade 2020. Sementara program kita hanya sampai Asian Games 2018,” kata Yadi.

 

Sumber: https://sport.detik.com/sport-lain/d-3816609/jelang-asian-games-2018-kano-butuh-perahu-baru

Click to add a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

ASIAN GAMES 18th

More in ASIAN GAMES 18th

Pimpin Rapat Asian Games 2018, Jokowi Keluhkan Soal Promosi

admin28 May 2018

Seremoni Asian Games 2018 Siap Dimeriahkan Ribuan Pengisi Acara

admin28 May 2018

Panggung Pembukaan Asian Games 2018 Diklaim sebagai yang Terbesar

admin28 May 2018

Menpora Berharap Pajak Tiket Asian Games 2018 Bisa Dipangkas

admin28 May 2018

Asian Games 2018: Nandita Ayu Tetap Puasa di Tengah Latihan Berat

admin24 May 2018

Aries Susanti Rahayu, Wanita Laba-Laba dari Grobogan Jawa Tengah

admin23 May 2018

Inilah 20,741 Calon yang Lolos Seleksi I Relawan Asian Games 2018

admin29 April 2018

Peraih Emas Asian Games 2018 Diganjar Bonus Rp1,5 Miliar

admin29 March 2018

Pentingnya Asian Games 2018 sebagai Ajang Promosi Indonesia

admin6 March 2018

Copyright © 2014 KONI Kota Depok.