Home / Berita KONI Depok / Babyreef Surfing Competition
2025, Atlet Selancar Ombak Asal
Kota Depok Raih Peringkat 1

Babyreef Surfing Competition
2025, Atlet Selancar Ombak Asal
Kota Depok Raih Peringkat 1

konidepok.or.id – Atlet selancar ombak asal Kota Depok Hasyim Muzadi berhasil meraih rangking 1 kategori Twin Fin di kejuaraan
Babyreef Surfing Competition di Pantai Mertasari Sanur, Bali yang berlangsung pada tanggal 21-22 Juni 2025.

“Atas nama pribadi dan segenap keluarga besar KONI Kota Depok, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengcab, pelatih dan para atlet Selancar Ombak yang telah berjuang dalam pertandingan dan telah berhasil meraih juara 1 dalam ajang kejuaraan Babyreef X PBM surfng Competition yang diadakan di Bali,” ucap Ketua KONI Kota Herry Suprianto.

Herry mengatakan prestasi ini menjadi bukti bahwa dengan semangat, disiplin, dan kerja keras, atlet-atlet Kota Depok mampu bersaing dan tampil sebagai yang terbaik di level yang lebih tinggi, dan ini tentunya menjadi modal dasar cabang olah raga selancar ombak Kota Depok dapat bersaing didalam menghadapi PORPROV Jawa Barat 2026.

“Kepada atlet lainnya yang belum berhasil meraih kemenangan, bahwa setiap proses adalah bagian dari pembelajaran dan peningkatan kualitas diri. Jangan berkecil hati, tetap semangat dan jadikan pengalaman ini sebagai bahan evaluasi untuk bangkit lebih kuat di kompetisi berikutnya,” kata Herry

Terpisah, Ketua Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Kota Depok Fajar Satrio menyampaikan kemaren Kota Depok telah mengikuti rangkaian kegiatan perlombaan surfing di Sanur tepatmya di Babyreef Pantai Mertasari dari tanggal 21-22 Juni dimana Kota Depok menurunkan 5 atlet.

Selain dari Kota Depok juga ada dari Jawa Barat seperti Pangandaran, Ciamis, Tasik dan Bogor tapi memang kondisi alam ombaknya yang kurang mendukung dimana ombak di Sanur ini tipikalnya ombak kiri jadi mulai dari kanan ke kiri dan di Jawa Barat itu tipikal ombaknya dari kiri ke kanan memang harus butuh penyesuaian khusus sehingga sehingga beberapa atlet dari Jawa Barat termasuk Kota Depok itu terhenti langkahnya di babak semi final karena kondisi alamnya kurang mendukung.

Ada kondisi papan surfing yang kepemilikannya dari masing masing atlet usianya sudah cukup lama, papannya sedikit retak, itu juga yang mempengaruhi performa dari atlet.

“Namun dengan segala kekurangan Kota Depok berhasil menjadi juara 1 di event tersebut yaitu diwakili oleh atlet atas nama Hasyim muzadi di kelas Twin Fin mengalahkan sekitar 40 peserta lainnya,” ungkap Fajar.

Fajar menambahkan pesaing terberatnya dari Filipina bahkan yang dari Filipina kemaren itu adalah atlit nasional dan juga ada yang dari Korea, Cina maupun eropa.

“Jadi kontes ini tidak hanya melihat positioning kami di Jawa Barat dan Nasional tapi positioning atlet Kota Depok ini di kancah Internasional, terlepas dari segala yang kami alami,”

“Kami masih bisa membawa berita baik atlet Kota Depok bisa mengalahkan dari berbagai Provinsi maupun Negara,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.